kejutan sang surya di puncak sikunir


                     

                         Kejutan Sang Surya Di Puncak Sikunir





] Saat senja mulai menghilang,matahari mulai mengintip untuk bersinar,saya dan keluarga  berusaha mendaki puncak yang berada pada 2.263 mdpl. Puncak itu sangatlah dingin namun dinginnya sangat membuat kita merasakan nikmat dari sang pencipta yang harus selalu disyukuri. Saat mulai mencapai tempat tersebut,terlihat pula sang surya masih tertidur namun pemandangan yang dihadirkan pun tak kalah menarik untuk diabadikan. Puncak itu adalah Puncak Sikunir yang berada di Dataran Tinggi Dieng,Wonosobo,Jawa Tengah.
Pemandangan yang ditawarkan sangat menarik untuk di pandang oleh para penikmat matahari pagi. pemandangan matahari yang memanjakan mata dari puncak sikunir membuat pengunjung pun mulai mempersiapkan kamera dan kamera untuk mendapatkan pemandangan yang luar biasa dari puncak sikunir ini. Saya beserta para pengunjung bersiap menyambut sang matahari untuk memberi kejutan untuk para petualang dan juga wisatawan domestik maupun luar negeri. Ketika matahari mulai terbit,wisatawan pun mulai mengabadikan momen tersebut dengan ber-selfie menggunakan kameranya sehingga bisa menjadi kenangan yang tak terlupakan untuk liburan tahun ini. Setelah terasa hangat,saya mulai mengambil kamera untuk mengabadikan hadirnya sang surya. Ketika sang surya mulai beranjak menyinari pagi indah ini,saya dan keluarga beserta para pengunjung lain menuruni puncak untuk  kembali menuju rumah singgah untuk beristirahat. Namun ketika menuruni puncak sikunir,saya melihat keajaiban ALLAH SWT lainnya yaitu Telaga Warna.
Telaga warna merupakan salah satu wisata yang berada di dataran tinggi dieng dimana di dekatnya terdapat desa tertinggi di pulau jawa yang berada di ketinggian2.200 mdpl. Saya mulai mengabadikan momen di telaga tersebut dengan kamera yang saya bawa dan setelah 10 menit mengabadikan  momen tersebut,saya menuju mobil keluarga saya untuk beranjak pulang menuju rumah singgah yang kami sewa. Sebelum kami tiba di rumah singgah kami menyempatkan membeli sarapan di Rumah Makan Bu Dewi.
Kami sekeluarga singgah untuk mencicipi Mie Koclok dan juga Sate Lidah yang sangat khas di dataran tinggi dieng maupun di daerah wonosobo ini. Matahari mulai menyinari di atas kepala,kami beranjak pulang namun menyempatkan mampir memnbeli buah tangan untuk keluarga di Cirebon dan juga di Jakarta. Panas terik mulai terasa,akhirnya kami kembali ke rumah singgah untuk bersiap-siap kembali ke Cirebon. Setelah persiapan selesai,kami pun beranjak pulang menuju Cirebon untuk bertemu dengan saudara-saudara lagi sebelum kembali ke Bekasi.


Di perjalanan menuju Cirebon,kami sempat singgah ke pekalongan untuk menikmati gethuk goreng yang khas dari kota pekalongan sehingga kami membeli sekitar 8 dus yang berisi sekitar 20 biji per dus. Saya dan keluarga pun membeli buah tangan yang lain untuk keluarga di Cirebon dan Jakarta. Kami beranjak pulang menuju Cirebon dengan kondisi perjalanan yang sangat macet namun kami tetap semangat menjalani liburan ini karena liburan tahun ini berjalan dengan sukses sehingga kami pun banyak mengabadikan momen-momen yang indah tidak hanya di puncak sikunir,namun juga di pekalongan,tegal,brebes dan bahkan di kuningan tepatnya di waduk dharma yang sangat luas nan indah dengan pemandangan pulau ditengah waduk,keindahan ini mengingatkan kita pada danau toba di Sumatra utara. Perjalanan kami di Cirebon pun dilanjutkan mulai dari berburu makanan khas seperti nasi jamblang,nasi lengko,tahu petis dan makanan khas lain dari kota Cirebon yang indah ini.
Matahari mulai terbenam,namun kami masih diperjalanan berburu buah tangan dari Cirebon dan kuningan untuk diberikan kepada keluarga di Jakarta. Saya dan keluarga selalu menyempatkan melaksanakan sholat 5 waktu ketika kami di jalan dalam perjalanan pulang maupun pergi. Setelah selesai berburu makanan khas Cirebon dan juga oleh-oleh khas Cirebon dan kuningan,saya dan keluarga kembali ke rumah namun saya dan keluarga tidak langsung kembali,namun melanjutkan berburu kuliner bubur sop ayam khas Cirebon di malam hari tepatnya di Pasar Sumber,Cirebon. Setelah selesai makan malam,kami kembali untuk beristirahat karena besoknya kami akan kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan keluarga besar dari ibu. Sesampainya kami di rumah,saya dan keluarga pun beristirahat sejenak sebelum mandi dan akhirnya tidur untuk melanjutkan aktivitas esok hari yaitu kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan keluarga besar.  

Komentar